Kamis, 16 September 2010

TERNAK RUMINANSIA DENGAN FUNGSINYA

Peranan sumberdaya ternak telah terbukti nyata sejak kehidupan manusia primitif sampai ke tingkat kehidupan modern. Ruang lingkup dan tingkat peranannya bervariasi menurut tingkat kehidupan dan sistem usahatani di tiap daerah.
Fungsi biologi ternak dalam daur ulang energi dan material dari “biospektrum” menempatkan ternak dalam kedudukan yang patut mendapatkan perhatian yang lebih seksama dalam pengelolaan sumber daya. Ternak ruminansia yang dikenal sebagai ternak memamah biak, terdiri dari ternak sapi dan kerbau ( ruminansia besar) serta kambing dan domba (ruminansia kecil). Selain daging dan hasil ikutannya, maka pupuk dan tenaga kerja untuk mengolah tanah merupakan bahan-bahan dan jasa yang diberikan untuk kesejahteraan manusia.
Mubyarto (1982) mengemukakan fungsi ternak menurut jenis ternaknya. Dikemukakan bahwa ternak sapi dan kerbau dipelihara petani untuk membantu mengolah tanah dan kalau sangat mendesak dapat dijual oleh petani. Ternak kambing dan domba dipelihara petani sebagai alat menabung dan menambah pendapatan.
Pemasukan unsur ternak ruminansia menurut Lubis (1996), merupakan faktor positif dalam usahatani yang mempunyai dua macam keuntungan, yakni : a) meningkatkan pendapatan petani, sebab usaha-usaha yang dilakukan satu sama lain mempunyai hubungan supplementer dan komplementer, dan b) konservasi tanah lebih baik, karena rumput-alam hijauan pakan ternak lainnya dapat menutupi tanah sepanjang tahun, yang berarti dapat mengurangi bahaya erosi.
Karena selama ini fungsi ternak cukup luas dan peranan ternak cukup tinggi, maka akibat selanjutnya :
1. Menurunkan lapangan kerja dan intensitas usaha petani peternak, pedagang ternak dan produk ternak
2. Energi asal ternak dan penggarapan lahan akan terganggu
3. Kekurangan pupuk asal ternak sehingga akan mengganggu usaha di bidang pertanian lainnya
4. Mutu hidup dan kehidupan bangsa juga akan berkurang
5. Berkurangnya efisiensi pemanfaatan sumber daya alam. Tampak jelas bahwa dampak kemunduran peternakan tidak terbatas di subsektor ini saja (Soewardi, 1977). Selanjutnya dikatakan bahwa peranan ternak dalam usahatani perlu dijabarkan lebih terperinci sehingga memungkinkan penetapan dan cara memanipulasi perubah penentu dalam rangka pengembangan ternak secara terpadu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar