Kamis, 21 April 2011

Gambar Kandang




Selasa, 15 Maret 2011

PAGAR HIDUP SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA

Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba), sehingga untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia harus diikuti oleh peningkatan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.

Selasa, 16 November 2010

Sejarah Dan Bahaya Letusan Gunung Merapi

Mungkin Merapi adalah satu-satunya gunung di dunia yang berlokasi di dua tempat; Yogyakarta dan Sumatera Barat. Yang di Yogyakarta berlokasi di kabupaten Sleman, dengan ketinggian 2959 meter dari permukaan air laut. Sedangkan yang di Sumatera barat berada pada ketinggian 2891 di atas permukaan laut. Tentu saja, gunung yang diperkirakan akan meletus dalam waktu dekat adalah Merapi Yogyakarta. 

Menurut situs Grapala.org, Merapi (Yogyakarta) adalah salah satu gunung berapi yang teraktif di dunia. Pada situs ini pula, Anda dapat menyimak profil lengkap mengenai gunung ini, mulai dari lokasinya, cara mencapainya, hingga sejarahnya. 

Adapun tentang sejarah letusan gunung berapi, Anda dapat menyimak sebuah tulisan komprehensif dari situs lapanrs.com(berformat PDF). Disebutkan, bahwa gunung ini pertama kali meletus tahun tahun 1006 (Data Dasar Gunungapi Indonesia, 1979). Hingga Februari 2001, tercatat bahwa Merapi sudah meletus sebanyak 82 kali. Secara rata-rata, Merapi meletus dalam siklus pendek (2 – 5 tahun) dan siklus menengah (5 – 7 tahun). Namun, Merapi pernah mencatat siklus terpanjang, yakni ketika istirahat selama lebih dari 30 tahun. 
Jejak-jejak letusan Merapi dapat kita saksikan pada sejumlah peninggalan bersejarah. Berikut adalah beberapa antaranya:

1. Candi-candi kuno di wilayah Sleman ditemukan terkubur oleh endapan lahar dan abu vulkanik setebal 6-8 meter. 

2. Aktivitas Merapi pada abad ke-9-11 disinyalir menjadi salah satu pendorong berpindahnya pusat kebudayaan Mataram ke Jawa Timur.

3. Konon, Candi Borobudur diperkirakan dibangun di tengah danau dan digambarkan seperti ceplok bunga teratai di tengah kolam. Namun letusas Merapi telah menguruk danau tersebut. 

(Sumber: Kompas, 22 April 2006).

Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwa letusan Merapi yang terdahsyat antara lain terjadi pada tahun 1672. Saat itu, muncul awan panas dan banjir lahar hujan yang menelan 300 jiwa manusia. Lantas, letusan tahun 1930-1931 menelan korban 1.369 orang meninggal. Letusan-letusan lainnya terjadi tahun 1954, 1961, 1969, dan 1972-1973, dengan korban jiwa (masing-masing) puluhan orang.

Pada 22 November 1994, Merapi mengeluarkan wedus gembel-nya ke arah Kali Boyong, menelan 67 korban manusia. Pada Februari 2001, gunung ini kembali mengeluarkan guguran kubah lava yang membentuk awan panas. Arah guguran pada waktu itu ke selatan-barat daya. Kepulan wedus gembel-nya terlihat dari Kecamatan Depok yang berjarak 25 kilometer dari puncak. 

Menurut situs Grapala.org, ada beberapa bahaya yang potensial ditimbulkan dari letusan Gunung Merapi. Secara umum, ia dibagi menjadi dua jenis, yakni bahaya primer dan bahaya skunder. 

Bahaya primer adalah bahaya yang timbul sebagai akibat langsung dari letusan. Contohnya: awan panas, lemparan material letusan, dan abu letusan.

Sedangkan bahaya sekunder merupakan bahaya yang muncul secara tidak langsung. Contohnya adalah lahar, kerusakan rumah dan tempat tinggal, bahkan kekurangan pangan. 

* * *

Masalahnya sekarang, kapan Merapi akan meletus? Menurut staf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, hal sulit diprediksikan. Hingga 16 April 2006, gempa fase banyak (MP) sudah mencapai 150 kali. "Berdasarkan perhitungan, gunung meletus kalau MP sudah lebih dari 90 kali, dan apa yang terjadi di Merapi sudah melebihi, tercatat 150 kali," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dari gejala-gejala yang muncul saat ini, memang diperkirakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu dekat.Karena itu, masyarakat - yang bertempat tinggal di sekitar Merapi hendaknya terus meningkatkan kewaspadaan. Bahaya primer mungkin bisa dihindari dengan cara mengungsi ke lokasi yang diperkirakan aman. Namun, yang juga perlu diwaspadai adalah bahaya sekunder, seperti kekurangan bahan makanan, kesulitan mencari air bersih, dan sebagainya. Karena itu, bersiap-siap dan menyediakan bekal kebutuhan sehari-hari secukupnya, barangkali adalah solusi yang cukup bagus. 

(jonru/berbagai sumber)

Senin, 15 November 2010

Sejarah Gunung Merapi Meletus dari tahun ke tahun

Gunung Merapi konon merupakan gunung paling aktif di dunia, tercatat telah terjadi puluhan kali letusan Gunung Merapi hingga yang terakhir tahun 2010 ini memakan puluhan korban jiwa, termasuk juru kunci Gunung Merapi yaitu Mbah Maridjan
letusan Merapi pada tahun 1930 dicatat sebagai yang terbesar. Selain manusia, amukan gunung yang berada di wilayah Yogykarta Utara itu juga menghancurkan berhektar-hektar lahan pertanian dan rumah penduduk.
Tidak hanya itu, ribuan hewan ternak milik warga mati terkena amukan awan panas atau yang biasa disebut warga setempat dengan sebutan wedhus gembel. Peristiwa itu menjadi trauma tersendiri bagi warga yang sempat mengalaminya.
“Mbiyen okeh sing mati, omah-omah rata karo lemah, kobong (dulu banyak yang meninggal, rumah-rumah rata dengan tanah, terbakar),” begitu cerita Mbah Bingu, salah satu warga Yogyakarta yang mengalami peristiwa itu.
Merapi sempat tenang selama belasan tahun. Hingga akhirnya pada tahun 1954, gunung yang menjadi salah satu titik kosmik penting masyarakat Jawa itu kembali bergolak. Namun kali ini, letusan gunung yang dijaga oleh Mbah Maridjan ini tidak sebesar pada tahun 1930.
Dari data yang diperoleh detikcom, korban tewas sekitar 60-an orang. Letusan juga menyebabkan rumah-rumah penduduk dan ternak milik warga mati. Kemudian, letusan berturut-turut tercatat terjadi pada 1961, 1969, 1976, 1994, 1997, 1998, dan 2001. Sebagian letusan yang terjadi tidak memakan korban.
Pada 2006, Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Saat itu, awan panas yang meluncur ke arah Kali Gendol menyebabkan dua relawan Tim SAR yang bersembunyi di bungker Kaliadem, tewas. Peristiwa itu terjadi pada 14 Juni 2006. Saat itu, objek wisata Kaliadem porak-poranda.
Empat tahun setelah itu, Merapi kembali ‘beraksi’. Dimulai pertengahan Oktober 2010, status Merapi terus meningkat. Hingga akhirnya pada Senin 25 Oktober lalu, BPPT menetapkan status awas untuk gunung tersebut.

Sejarah Gunung Merapi

SEJARAH GEOLOGI

Hasil penelitian stratigrafi menunjukkan sejarah terbentuknya Merapi sangat kompleks. Wirakusumah (1989) membagi Geologi Merapi menjadi 2 kelompok besar yaitu Merapi Muda dan Merapi Tua. Penelitian selanjutnya (Berthomier, 1990; Newhall & Bronto, 1995; Newhall et.al, 2000) menemukan unit-unit stratigrafi di Merapi yang semakin detil. Menurut Berthommier,1990 berdasarkan studi stratigrafi, sejarah Merapi dapat dibagi atas 4 bagian :

PRA MERAPI (+ 400.000 tahun lalu)

Disebut sebagai Gunung Bibi dengan magma andesit-basaltik berumur ± 700.000 tahun terletak di lereng timur Merapi termasuk Kabupaten Boyolali. Batuan gunung Bibi bersifat andesit-basaltik namun tidak mengandung orthopyroxen. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050 m di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncak Merapi sekarang sekitar 2.5 km. Karena umurnya yang sangat tua Gunung Bibi mengalami alterasi yang kuat sehingga contoh batuan segar sulit ditemukan.

MERAPI TUA (60.000 – 8000 tahun lalu)

Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal dari pembentukannya dengan kerucut belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40.000 tahun. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic dari awanpanas, breksiasi lava dan lahar.

MERAPI PERTENGAHAN (8000 – 2000 tahun lalu)


"KEKAGUMAN TENTANG MERAPI "

Ingatan tentang Gunung Merapi 2,980 mdpl (07o32.413S, 110o26.8E) identik dgn gunung meletus. Cerita ttg kehilangan keluarga, anak, istri, simbok, rumah dan ternak berkaitan dengan letusannya. 

Disisi lain Merapi adalah sumber mata pencaharian, bukan hanya bagi warga di desa-desa tak jauh dari kepundan Merapi, tetapi juga bagi warga kecamatan di Cangkringan, Turi, Pakem, Kemalang, Dukun, Srumbung, Selo, Musuk dan Cepogo. 

Merapi juga cerita tentang kesuburan, keindahan, turis, tembakau, padang rumput, pasir dan batu. Diantara kekhawatiran memang selalu ada hikmah dan manfaat, tergantung dari sisi mana kita mengangkatnya. Itulah Merapi seperti halnya di kehidupan lain. 

Merapi adalah salah satu gunung paling aktif didunia, tercatat 68 kali letusan dlm kurun 450 tahun. Kemungkinan letusannya adalah satu berbanding 6.6. Waktu jedanya berkisar 3~8 tahun saja. Setiap tahunnya Merapi mengumpulkan rata2 1.2 juta m3 lava dipuncaknya, yg setiap saat bisa runtuh saat hujan lebat atau saat kerongkongannya tersumbat. Letusan paling berbahaya terakhir terjadi di tahun 1930 yg memakan 1,300 korban jiwa, sejak itu siklus 3 tahunan atau lebih selalu hadir, membuat pontang panting siapa yg tinggal di punggungannya. 

Pengungsian terakhir terjadi di tahun 2001 dan berikutnya bisa saja tahun depan atau lebih. Semua ini menunjukkan bahwa gunung yg fisiknya yg sekarang terbentuk 2,000 tahun masih terus diwaspadai dan diawasi 24 jam sehari dari 6 pos pengamatan gunung disetiap sisinya. Tiada gunung lain yg lebih dicurigai Vulkanolog seperti Merapi. 

Gunung api muda itu termasuk populer dikalangan pencinta gunung. Selain sejarahnya yg penuh dgn letusan dan alamnya yg indah, Gunung Merapi kata orang memiliki banyak mitos dan cerita2 supranatural. 

Gunung Merapi adalah sedikit dari gunung berapi di Indonesia yg memiliki lava pijar. Jika cuaca terang, pijar terlihat jelas dari bawah arah barat di Pos Babadan Magelang, terkadang terlihat dari pos Plawangan, Kinahrejo dan Kali Urang di selatan. 

Merapi sendiri lahir dari dua patahan quartenary pada kedalaman 6-7 km di bawah bumi yaitu patahan Semarang utara-selatan dan patahan Solo timur-barat. Patahan ini membentuk sebuah parit raksasa di dalam perut bumi yang molten lavanya bocor terus menerus dan bertumpuk membeku di kepundan. Tinggi gunung Merapi selalu berubah setiap tahunnya krn pembentukan tumpukan lava beku. 

Dari angkasa, gunung ini terlihat berada didalam perpotongan barisan gunung utara-selatan Ungaran- Telomoyo - Merbabu - Merapi dan barisan gunung dalam barisan timur barat Lawu - Merapi - Sumbing - Sindoro - Slamet. 

Dari kepercayaan Supranatural, Merapi merupakan poros paling utara dan Pantai sakral Parangkusumo sebagai poros paling Selatannya. Kota Jogjakarta berada tepat diantara keduanya sebagai sumbu keseimbangan. Barangkali ini tercermin dari sikap wong Jogja yg penuh keseimbangan. 

Letusan Merapi biasanya diikuti oleh letusan Piroclastic yg sering disebut sebagai awan Wedus Gembel. Awan berkecapatan 100 km/jam ini meluncur berlipat2 seperti bulu domba, memiliki temperature 600 oC dalam jangkauan radius 7~15 km. Merapi juga memiliki lava viscous yg keluar terus menerus, bertumpuk membentuk batuan dan pasir di kepundan. Lava atau lahar dingin gugur meluncur turun seperti avalanche mengikuti gravitasi, biasanya mengikuti kontour sungai. 

Buat pendaki, memahami keindahannya, tiada cara lain selain mendekatinya. Gunung Merapi aman didaki dari arah selatan melalui Kinahrejo (2km timur Kali Urang), waktu tempuh 10 jam. Pendakian dimulai dari rumah juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Atau dari sisi barat pos Babadan, MagelanG atau sisi selatan, Kaliadem. Jalur ini sangat berbahaya, melalui guguran lava dan berjalan tepat didepan kawah Merapi aktif. Jalur ini sekarang tidak direkomendasikan lagi sejak kejadian fatal di tahun 2001 karena guguran lava panas. 

Sedangkan pendakian dari Utara melalui Selo, Boyolali (07o, 30.225S, 110o, 27.5E) . Dimulai dari rumah Mbah Sarimin. Puncak Garuda ditempuh dalam 4~5 jam atau lebih, tergantung persediaan napas. Jalur ini paling banyak ditempuh karena melalui punggungan arah belakang kawah Merapi. Jalur ini melewati punggungan Selokopongisor 2,300 mdpl, Selokopoduwur 2,500 mdpl dan Gajahmungkur 2,600 mdpl. Untuk sementara, jalur ini juga jalur yg paling aman krn 40 tahun terakhir arah letusan selalu mengarah kesisi Babadan Magelang. Jadi, sisi Selo dan Kinahrejo adalah yg paling direkomendasikan. 

Fisik Merapi adalah langsing seperti kerucut, sehingga pendakian Merapi termasuk pendakian langsung dan cepat, yg tentu dibayar dn menguras tenaga dan kewaspadaan. Semua lintasan melalui punggungan bukit 30~60 derajat sejak menit2 pertama, sekali2 merayap, merangkak dan berpegangan akar pohon utk menjaga keseimbangan. Strukturnya adalah tanah berdebu dgn batu kerikil lepas, mulai ketinggian 1200 s/d 2000 mdpl dgn vegetasi cemara dan perdu. 

Diatas 2000 mdpl, batu2 besar lepas berkerikil sehingga seringkali pendaki diatas berteriak memperingatkan pendaki di bawahnya saat ada batuan longsor krn pendaki diatasnya salah pijak. Ditambah lagi seringnya angin kencang dingin saat melewati punggungan terbuka yg datang dari kedua sisi lembah. Perlu persiapan agar tidak kaku kedinginan. Tumbuh2an pada ketinggian ini belum begitu banyak krn usia punggungan yg relatif muda. 

Diatas 2,300 mdpl selepas Pasar Bubrah, perjalanan melewati batu2an magma muda yg cukup tajam dan mudah lepas. Persiapan summit attack dilakukan di Pasar Bubrah; sebuah tempat yg agak datar dan sedikit lebih lebar dari sekitarnya yg disebut2 sebagai pasar bayangan dari mitos kaum lelembut. Konon sering terdengar suara menggumam yg diterjemahkan sebagai transaksi jual beli di pasar yg tak terlihat. 

Penjelasan logisnya adalah pertemuan dua angin dari dua sisi lembah yg menghasilkan suara ribut tidak beraturan. Suara ini berhasil direkam dlm video klip sebagai kenangan unik oleh2 Merapi. 

Alasan lainnya krn di tanjakan terakhir ini, para pendaki berada di puncak kelelahan dan mulai turun tingkat kesadarannya. Pada saat itu frekwensi gelombang otak turun ke level rendah yg menciptakan bayangan2 halusinasi di alam pikiran. Banyak kejadian2 fatal terjadi disekitar daerah ini, yg makin menambah kesan angkernya wilayah ini. Tak terhitung lagi cerita2 menyedihkan yg diceritakan sang pengantar selama perjalanan ini, yg mungkin tak perlu diceritakan lagi disini. 

Penyesuaian akhir ketinggian dilakukan ditempat ini pula, pada umumnya cukup dengan tidur, mengisi bahan bakar dan memompa kembali semangat yg meredup saat hati menciut melihat sisa perjalanan ke puncak Merapi - pertama kalinya. Terlihat betapa kecilnya manusia secara fisik dibandingkan dengan batu2an dan puncak Merapi saat rombongan pendaki pertama berjuang menggapai puncak (sayang kesan 3 dimensinya tak terlihat di foto). Pendaki tsb. terlihat seperti semut2 kecil nakal yg menaiki punggung gajah. 

Satu jam terakhir summit attack yg melelahkan dan cukup membuat kecut nyali dilalui dengan mencicil satu persatu tarikan napas dan menjaga kesadaran maksimum dengan seringnya berhenti dan minum. Pada fase akhir ini, bayangan tentang akhir kehidupan terasa begitu dekat. Keadaan yg menggugah betapa sepelenya dan tidak berartinya mahluk hidup ditengah keperkasaan alam yg membuat kuduk terus berdiri. 

Sebaliknya, keadaan ini bisa juga diterjemahkan sebagai keindahan luar biasa dari pemandangan sekeliling yg sulit dijelaskan dgn kata2 atau lensa kamera krn sulitnya menangkap citra ketinggian. Ini semua menciptakan kekaguman begitu banyaknya tanda-tanda telah ditunjukkan disini. 

Jadi bisa dipahami kalau Merapi adalah sebuah negeri diatas awan yg cantik, perkasa dan menggetarkan. Kekaguman terhadap Merapi tak berubah, krn seperti halnya sebuah keburukan selalu diimbangi sisi kebaikan. Itulah kearifan alam - dan Merapi adalah salah satunya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Inseminasi Buatan

Teknologi modern pada zaman sekarang telah mampu mengatasi masalah kemandulan (bagi manusia) dan menghasilkan bibit-bibit unggul (bagi hewan yang dapat menguntungkan manusia), khususnya dalam bidang bioteknologi. Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya dengan melalui inseminasi buatan.
Dari hasil kemajuan bioteknologi tersbut, sekarang telah tersedia inseminasi buatan, fertilisasi atau pembuatan in vitro dan rahim kontrak. Kemajuan bioteknologi tersebut apabila diterapkan pada dunia hewan, maka akan mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi manusia. Namun, jika kemajuan bioteknologi diaplikasikan pada manusia, maka akan menghasilkan dampak yang positif dan dampak yang negatif. Dampak posotof dapat diambil dari orang-orang yang telah menikah, tetapi tidak bisa mempunyai anak, maka agar keinginan untuk mempunyai anak dapat terwujud, maka dapat dilakukan dengan melalui bayi tabung atau rahim kontrak. Sedangkan dampak negatifnya yaitu dapat menimbulkan kekacauan dalam sistem keturunan manusia.
Maka sejak tahun 1956 dewan gereja di Roma telah mengutuk kegiatan tersebut dengan alasan bahwa inseminasi buatan dapat memisahkan tindakan prokreasi (kasih sayang terhadap anak, dan anak adalah karunia Tuhan yang harus dijunjung tinggi) dan persatuan cinta. Alasan lainnya yaitu kegiatan inseminasi melibatkan tindakan masturbasi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan sperma.
Sampai sekarang mayoritas para teolog moral masih berpegang pada sikap mengutuk terhadap kegiatan inseminasi buatan yang diterapkan pada manusia. Bagaimanapun juga pewaris sifat genetis yang terjadi pada anak melibatkan pihak ketiga bagi pasangan dalam perkawinan. Hal tersebut akan menimbulkan “celaan biologis” serta menyangkut psikologis anak itu sendiri dalam lingkungan sosialnya.
Kenyataannya sekarang, banyak para ahli psikologi yang masih berusaha keras untuk mewujudkan atau mengaplikasikan inseminasi buatan pada manusia. Namun, bagi pasangan suami istri yang akan melaksanakan inseminasi buatan dapat dilakukan atas dasar keputusan bersama guna mewujudkan pernikahan yang harmonis dan bahagia.

Cara Mereproduksi Semen Beku
Reproduksi semen beku hanya dapat dilakukan di Balai Inseminasi Buatan (BIB). Tahapan-tahapan dalam memproduksi semen beku diantaranya yaitu:
1. Mempersiapkan sapi pejantan yang akan diinseminasi yang umurnya 15 – 18 bulan, tingginya 123 cm dan beratnya minimal 350 kg.
2. Persiapan vagina buatan yang suhunya mencapai 420C, vagina buatan ini harus licin, karena itu gunakan vaseline agar licin seperti vagina yang asli
3. Penampungan semen sapi pejantan, sapi pejantan dan spai betina disatukan kemudian sapi-sapi itu akan melakukan fisin (pemanasan sebelum kawin), bila penis jantan telah kelihatan merah, tegang dan kencang, maka penis langsung dimasukan ke vagina buatan.
4. Kemudian sperma dalam vagina buatan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
? Bila sperma berwarna hijau, ada kotoran yang terdorong
? Bila sperma berwarna merah, segar, venis teriritasi
? Bila sperma berwarna cokelat, venis ada yang luka
? Bila sperma berwarna krem susu bening, maka itulah sperma yang bagus
5. Penentuan konsentrasi semen segar
6. Proses pengenceran sperma
7. Proses filing dan sealing, memasukan sperma ke dalam ministrow isi I strow 0,25 CC
8. Proses pembekuan
9. After throwing dan water intubator test

Pengaruh Nutrisi Terhadap Performans Reproduksi Ternak Sapi

Performans reproduksi ternak ruminansia pada daerah tropis umumnya ditentukan oleh empat faktor, yaitu genetic, lingkungan fisik, nutrisi dan manajemen ( Smith dan Akinbamijo, 2000). Fakta –fakta di lapangan dan beberapa literatur telah membuktikan bahwa faktor nutrisi merupakan faktor yang lebih kritis, dalam arti baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung terhadap fenomena reproduksi dibanding faktor lainnya. Jadi, nutrisi yang cukup dapat mendorong proses biologis untuk mencapai potensi genetiknya, mengurangi pengaruh negatif dari lingkungan yang tidak nyaman dan meminimalkan pengaruh-pengaruh dari teknik manajemen yang kurang baik. Nutrisi yang kurang baik tidak hanya akan mengurangi performans dibawah potensi genetiknya, tetapi juga memperbesar pengaruh negatif dari lingkungan . Disamping itu, faktor nutrisi lebih siap dimanipulasi untuk menjamin luaran / produk yang positif dibanding faktor-faktor lainya. Oleh karena itu perlu mendapat perhatian yang serius terhadap interaksi antara nutrisi dan reproduksi terutama di daerah tropika, yang disebabkan beberapa hal antara lain: ketidak-cukupan nutrisi dalam arti secara kuantitatif yaitu konsumsi pakan dan kualitatif yaitu ketidakseimbangan zat-zat nutrisi. Kegagalan memahami dengan baik interaksi ini untuk mengurangi dampak negatif dan memperbesar dampak positif akan berpengaruh buruk terhadap efisiensi produksi ternak, karena hal ini sangat bergantung kepada performans reproduksi.
Reproduksi adalah sejumlah rangkaian proses fisiologis yang berlangsung sepanjang tahun. Pada situasi dimana kuantitas dan kualitas pakan tersedia sepanjang tahun tidak terbatas, maka masalah reproduksi jarang diketemukan. Namun demikian, pada kondisi peternakan ektensif dimana ketersedian pakan berfluktuasi sekali sepanjang musim maka reproduksi dapat menjadi masalah. Beberapa penelitian (Kirkwood dkk, 1987; Manspeaker dkk, 1989) dan kajian ilmiah ( Haresign, 1984; Short dan Adams, 1988; Randel, 1990; Smith dan Somade, 1994) telah mempelajari pengaruh kuantitas pakan dan energi, juga kualitas protein dan konsumsi makronutrisi terhadap performans reproduksi. Pada umumnya, hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa nutrisi jelek yang disebabkan tidak cukup, kelebihan atau ketidakseimbangan konsumsi nutrisi dapat berpengaruh buruk terhadap berbagai tahap proses reproduksi mulai dari keterlambatan pubertas, mengurangi tingkat ovulasi dan rendahnya angka konsepsi, tingginya kehilangan embrio dan fetus, panjangnya lama anestrus paska melahirkan, kurangnya air susu, tingginya kematian perinatal dan rendahnya performans anak baru lahir.
Pada makalah ini akan difokuskan kepada kajian dampak nutrisi terhadap proses fisiologis reproduksi pada ternak ruminansia dan beberapa hal aktual yang berhubungan dengan interaksi nutrisi dan reproduksi.

Minggu, 26 September 2010

Nutrisi Awal dan Performansi Reproduksi

Pada domba, kekurangan nutrisi selama kehidupan fetus dan neonatal menurunkan litter size (reviewed by robinson, 1990). Komponen penting reproduksi adalah kelangsungan hidup saat lahir. Hal tersebut adalah bukti pada domba yang defisiensi cobalt sub-klinik selama awal kebuntingan, meskipun tidak berpengaruh terhadap bobot lahir domba, adalah berhubungan dengan penurunan vigour domba saat lahir dan depresi pada kekebalan pasif terhadap penyakit (Fisher and MacPherson, 1991). Saat mekanisme terlibat belum diidentifikasi, perbaikan defisiensi cobalt pada saat bunting tidak dapat memperbaiki vigour saat lahir. Bishonga et al. (1994) menemukan bahwa ketika konsentrasi amonia plasma ditingkatkan (100 - 150 μmol l -1) menyebabkan tingginya insiden kematian embrio, hal tersebut juga menimbulkan oversize fetus dari padanya yang bertahan hidup. Fenomena oversize fetus belum dibatasi meskipun pada kultur embrio in vitro tapi mungkin muncul dari pengaruh nutrisi in vivo.



http://www.google.com/buzz/post?url=&imageurl=

Teknik Diagnosa Secara Fisik

Penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penyakit menular yang dapat menyebar dari satu ternak ke ternak lainnya dan penyakit tidak menular yaitu penyakit yang biasanya hanya terbatas pada satu kelompok tertentu atau bersifat individual. Berdasarkan agen penyebabnya, kelompok penyakit menular dibagi menjadi (a) kelompok penyakit viral yaitu penyakit yang disebabkan virus misalnya ND, Marek, Gumboro, PMK dan lain-lainnya, (b) kelompok penyakit bakterial yaitu penyakit yang disebabkan bakteris misalnya CRD, Snot, Pullorum, Brucellosis dan lain-lainnya, (c) kelompok penyakit Parasiter yaitu penyakit yang disebabkan parasit misalnya Coccidiosis, Ascariasis, Scabies dan lain-lainnya, dan (d) kelompok penyakit fungal yaitu penyakit yang disebabkan jamur misalnya Aspergillosis, Candidiasis dan lain-lainnya. Penyakit tidak menular, berdasarkan penyebabnya dapat dibagi menjadi (a) kelompok penyakit defisiensi, penyakit yang disebabkan karena kekurangan unsur dalam zat pakannya misalnya defisiensi vitamin, mineral dan lainnya, (b) kelompok penyakit intoksikasi, keracunan misalnya intoksikasi insektisida, pestisida dan lainnya, (c) penyakit metabolik, yang disebbkan adanya gangguan metabolik misalnya bloat atau kembung perut, (d) penyakit genetis, yang disebabkan keturunan misalnya osteodystropia dan (e) penyakit mekanis karena terkena benda-benda keras seperti fraktur, terjepit dan lainnya. 
Diagnosa adalah suatu proses untuk menentukan dan mengamati perubahan yang terjadi pada ternak melalui tanda-tanda atau gejala yang terlihat sehingga suatu penyakit dapat diketahui penyebabnya. Untuk menghasilkan diagnosa yang baik diperlukan pengetahuan zooteknis peternakan, anatomi dan fisiologi yang baik. Ketepatan diagnosa tergantung pada (a) sejauhmana anamnese dilakukan secara baik, (b) gejala klinis yang nampak atau teramati, (c) pemeriksaan nekropsi, dan (d) kecepatan pemeriksaan laboratorium.
Definisi Hewan Sehat Secara umum penyakit hewan adalah segala sesuatu yang menyebabkan hewan menjadi tidak sehat. Hewan sehat adalah hewan yang tidak sakit dengan ciri-ciri (a) bebas dari penyakit yang bersifat menular atau tidak menular, (b) tidak mengandung bahan-bahan yang merugikan manusia sebagai konsumen, dan (c) mampu berproduksi secara optimum.
Salah satu bagian penting dalam penanganan kesehatan ternak adalah melakukan pengamatan terhadap ternak yang sakit melalui pemeriksaan ternak yang diduga sakit yaitu suatu proses untuk
menentukan dan mengamati perubahan yang terjadi pada ternak atau hewan melalui tanda-tanda atau gejala fisik yang terlihat sehingga suatu penyakit dapat diketahui penyebabnya. Secara visual ternak sakit dan sehat dapat dibedakan sebagai berikut: 

Ternak Sehat
  • Ternak aktif, lincah, mata jernih, bulu halus, bersih dll 
  • Nafsu makan normal 
  • Pertumbuhan baik 
  • Dari lubang alami tidak keluar cairan atau feses abnormal
  • Jalannya normal 
  • Tidak ada luka di tubuh
Ternak Sakit
  • Ternak kurang aktif/lincah, mata sayu/pucat, bulu kusam dll
  • Kurang nafsu m akan
  • Pertumbuhan kurang baik atau tidak normal
  • Keluar leleran atau lendir yang tidak normal dari lubang-lubang alami (seperti hidung, telinga dll) misalnya pilek, diare/mencret dll
  • Jalannya pincang
  • Ada luka, gatal dll
Diagnosa penyakit memerlukan pengamatan spesimen di laboratorium agar penyebab penyakit dapat diketahui secara tepat. Spesimen adalah segala sesuatu (benda, organ, feses, atau darah dan lain-lainnya) yang diduga mengandung kuman bibit penyebab penyakit. Prinsip dasar pengumpulan spesimen adalah (1) jenis spesimen yang dikirim tergantung pada perubahan klinis ternak sakit, (2) spesimen harus dikirimkan dalam keadaan aseptik, (3) harus segera dikirimkan ke laboratorium, (4) botol harus diberi identitas yang jelas, (5) harus tersimpan secara baik, dan (6) selama proses pengambilan spesimen harus hati-hati terhadap kemungkinan pencemaran.

Pengendalian Penyakit

Pengendalian penyakit adalah usaha untuk melindungi ternak dan manusia melalui sistem pencegahan dan pengobatan terhadap gangguan penyakit baik yang bersifat menular maupun tidak menular. Pengendalian penyakit hewan adalah upaya mengurangi hubungan antara penyebab penyakit sampai pada tingkat dimana hanya sedikit hewan yang sakit, karena jumlah penyebab penyakit telah dikurangi atau dimatikan. Hewan telah dilindungi atau penyebab penyakit pada hewan tersebut dapat dicegah. Dalam pemeliharaan ternak, salah satu penghambat yang sering dihadapi adalah penyakit. Bahkan tidak jarang peternak mengalami kerugian dan tidak lagi beternak akibat adanya kematian pada ternaknya. Upaya pengendalian penyakit pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan melalui cara pemeliharaan yang baik, sehingga peternak memperoleh pendapatan secara maksimal. Upaya pengendalian penyakit dapat dilakukan melalui usaha pencegahan penyakit dan atau pengobatan pada ternak yang sakit. Namun demikian usaha pencegahan dinilai lebih penting dibandingkan pengobatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pengendalian penyakit antara lain (a) menjaga kesehatan ternak, (b) mempertahankan penampilan ternak agar tetap baik, (c)memperhatikan komposisi bahan pakan, (d) Ketersediaan zat nutrisi yang baik dan seimbang dan (e) mengoptimalkan pemakaian limbah pertanian yang ada. Ukuran Keberhasilan Pengendalian Penyakit
Untuk mengukur keberhasilan pengendalian penyakit dalam usaha peternakan maka peternak harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini, yaitu:
  1. Angka sakit (morbiditas), diukur dari banyak tidaknya jumlah ternak yang sakit.
  2.  Angka Kematian (mortalitas), diukur atau diamati oleh banyak tidaknya jumlah ternak yang mengalami kematian.
  3. Angka kecelakaan atau kasus yang terjadi misalnya patah tulang, jatuh dll 
  4. Jumlah kelahiran ternak/tingkat reproduksi dicapai.
  5. Pencapaian pertambahan bobot badan
  6. Kejadian penyakit yang berulang dalam satu musim
  7. Kerusakan karkas atau daging
Beberapa prinsip dasar yang harus dilakukan oleh peternak berkaitan
dengan program kesehatan ternak antara lain:
  1.  Mencegah timbulnya suatu organisme penyebab penyakit. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya bibit penyebab penyakit antara lain (a) melakukan sanitasi/kebersihan secara baik, benar dan teratur, (b) biasakan memisahkan ternak yang baru datang terlebih dahulu untuk beberapa saat, (c) menjaga lingkungan tetap baik dan (d) jika perlu ternak yang sering sakit-sakitan dikeluarkan.
  2. Menjaga agar ketahanan tubuh ternak tetap baik Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain (a) jagalah kebutuhan pakan) untuk tetap baik, cukup dan seimbang, (b) jika di daerah tersebut sering muncul penyakit menular, kontak dengan petugas setempat untuk diupayakan adanya vaksinasi, dan (c) biasakan melakukan program seleksi ternak secara baik dan teratur. 
  3. Mengurangi penyebaran penyakit Beberapa hal yang dapat dilakukan ialah (a) jika ada ternak yang sakit harus segera dipisahkan, (b) segera lakukan pengamatan secara mendalam pada ternak-ternak yang lain apakah ada tandatanda sakit atau tidak misalnya tingkah laku ternak, tanda-tanda fisiknya, nafsu makan dan sebagainya, dan (c) jika perlu upayakan pengobatan sementara. 
  4. Melakukan sistem pencatatan (produksi dan reproduksi) secara teratur.

Senin, 20 September 2010

Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah

King Grass. Berumur sekitar 2 minggu setelah panen.
Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.
Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.
Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.

Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.

Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.

Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.

Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.

Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.

Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 - 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 - 40 ton/hektar.

Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.
Jenis Kultivar di Indonesia
Rumput gajah semuanya merupakan introduksi dan bukan jenis rumput lokal. Kultivar rumput gajah tersebut adalah King Grass (P. purpureum cv. King Grass), Taiwan (P. purpureum cv. Taiwan), Hawaii (P. purpureum cv. Hawaii) dan Africa (P. purpureum cv. Africa). Namun karena memang bentuknya yang satu sama lain sangat mirip, agak sulit membedakannya (setidaknya bagi mata awam seperti kami).
Namun demikian ada sedikit panduan yang diberikan oleh rekan di BIB Lembang untuk menentukan berbagai kultivar tersebut.

Bercak hijau muda di sekitar pangkal daun King Grass

King grass Berumur sekitar 8 bulan sejak hari tanam
King: Batang dan daunnya paling raksasa (karena itulah dia disebut King Grass), daunnya berbulu kasar dan akan terasa perih bila memanen rumput ini tanpa menggunakan baju tangan panjang (percayalah, penulis sudah merasakannya). Batangnya keras. Produktivitas tinggi, menurut pengamatan kami dapat mencapai 200 - 250 ton per hektar per tahun. Pada daun muda, pangkal daunnya memiliki bercak bercak berwarna hijau muda.
Taiwan: Cukup raksasa, dapat mencapai 4 -5 meter. Kultivar ini yang disenangi dan dianjurkan oleh BIB Lembang untuk ditanam. Batangnya lunak, daun lebar berbulu lembut, tingkat nutrisi cukup baik. Ciri ciri lain adalah pada batang muda pangkal batangnya bawah yang dekat ke tanah berwarna kemerah merahan. Namun beberapa rekan peternak di Lembang kurang menyukai kultivar ini karena lunaknya batang tersebut sehingga cenderung mudah roboh apabila diterpa angin kencang. Produktivitas tinggi, bisa mencapai 300 ton / hektar per tahun dengan kondisi pemupukan dan pemeliharaan optimal. Selain itu, Taiwan (juga King Grass) membutuhkan air yang cukup banyak. Pengamatan kami, produksi per rumpun bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen.
Batang berwarna kemerah merahan merupakan ciri kultivar Taiwan
Batang rumput Taiwan yang besar tapi relatif lunak.
Africa: Batang kecil dan keras. Daun kecil. Tumbuh tunas tunas kecil pada ketiak batang. Sehingga apabila terbiasa melihat King Grass atau Taiwan yang sehat, melihat Africa seperti melihat rumput kerdil :) . Kultivar ini yang banyak ditanam di Manglayang Farm. Kenapa ? Hipotesa kami adalah kultivar ini yang pertama kali masuk dan dikembangkan di daerah Manglayang. Keunggulan dari Africa adalah kebutuhan airnya yang tidak terlalu banyak. Sehingga pada musim kering pun masih dapat tumbuh dengan cukup baik. Produktivitas tidak terlalu tinggi, menurut pengamatan kami hanya sekitar 1 -2 kilogram / rumpun (basah) per panen (sekitar 100 ton per hektar per tahun)
Rumpun rumput gajah Africa yang sudah tua batangnya yang kecil.
Jumlah Rumput gajah Afrika Yang banyak
Hawaii: Nah ini kultivar yang paling sulit membedakannya. Hawaii memiliki batang dan daun yang lunak tapi tidak terlalu besar. Lebih mirip ke Taiwan hanya lebih kecil. Tidak heran, karena kultivar ini merupakan induk dari kultivar Taiwan yang merupakan hibrid King Grass dengan Hawaii.

Sedangkan menurut literatur yang ada di Internet, kultivar yang ada di dunia banyak sekali, namun kultivar kultivar yang disebutkan di atas sulit sekali dicari referensinya, kecuali King Grass dan Taiwan. Disebutkan disana King Grass merupakan hasil silangan antara P. purpureum biasa dengan Pearl Millet (Pennisetum galucum).

Kultivar yang cukup menarik adalah tipe Dwarf (kerdil), yaitu Pennisetum purpureum cv. Mott. Disebutkan bahwa kultivar ini memiliki karakteristik perbandingan rasio daun yang tinggi dibandingkan batang. Berkualitas nutrisi tinggi pada berbagai tingkat usia dibandingkan jenis rumput tropis lainnya. Tahan kekeringan, dan hanya bisa di propagasi melalui metoda vegetatif. Menurut beberapa literatur, jenis ini sudah dibudidayakan di Indonesia, tapi sayangnya penulis belum berhasil menemukan contoh bibit. Ada yang punya ?

Metoda Penanaman
Seperti telah disinggung diatas, penanaman rumput gajah dilakukan dengan metoda perbanyakan vegetatif. Cara yang umum diterapkan adalah dengan stek batang dan memecah anakan. Cara yang pertama memungkinkan perbanyakan dengan lebih cepat, namun agak sedikit lebih lambat pertumbuhannya dibandingan dengan cara anakan atau pols. Cara penanaman yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan Lahan
Proses penanaman rumput gajah dimulai pada dengan pengolahan lahan yaitu dengan melakukan pembersihan lahan dari tanaman gulma, memisahkan bibit yang masih dapat digunakan untuk kemudian dilakukan pembalikan tanah serta pembuatan ulang dan rekondisi galur tanam.

2. Pupuk Dasar dan Penanaman
Setelah melakukan pengolahan lahan, dilanjutkan dengan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang (manure sapi) sekira 3 ton (± 1 ton/ha) dan dilanjutkan dengan mengguludkan lahan tanam.
Kemudian dilakukan penanaman dengan metoda stek batang. Untuk satu rumpun ditanam minimal 3 batang, yang masing masing batang terdiri sekurangnya dari 3 ruas. Kami mengusahakan 2 ruas terbenam di dalam tanah.
Penanaman rumput gajah di Tegal Tengah
Penanaman rumput gajah di Tegal Tengah
3. Pemupukan Kedua
Pemupukan kedua dilakukan 2 minggu setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 60 kg / hektar. Pemupukan kedua ini biasanya dibarengi dengan penyaueran (menimbunkan tanah dan rumput liar untuk meninggikan guludan).

4. Pemupukan Lanjutan
Pemupukan kimia selanjutnya dilakukan pada musim hujan yang akan datang. Untuk selanjutnya diharapkan pemupukan cukup dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kali per tahun, 1 kali pada musim hujan, dan 1 kali pada musim kemarau.

5. Pemeliharaan
Pemeliharaan pada tahun pertama dapat di rinci sebagai kegiatan pemupukan dan penyiangan/pembersihan gulma seperti berikut (pada lahan 3.2 hektar):

Pemupukan
Pupuk Kandang 3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 Hari Orang Kerja (HOK)
Pupuk Kimia 1 hari x 4 orang x 1 kali per tahun = 4 HOK

Penyiangan
3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 HOK
Sehingga total pemeliharaan pada tahun pertama adalah 52 HOK
Sedangkan pada tahun kedua dan selanjutnya karena diharapkan sudah tidak menggunakan pupuk kimia maka yang dibutuhkan hanya 48 H.O

Pola Tanam
Pola tanam menggunakan berbagai metoda. Ada yang menggunakan metoda lorong polikultur (alley cropping) dengan tanaman sela, ada juga yang menggunakan sistem monokultur / tunggal.
Pada pola lorong, rumput gajah ditanam dengan tanaman sela jagung (Zea mays), Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) atau Kacang Tanah (Arachis hypogaea) menggunakan jarak dalam barisan ± 50 cm dan jarak antar barisan ± 250 cm (50 x 250 cm).
Penanaman rumput gajah dengan pola lorong (Alley Cropping)
Diproyeksikan jumlah baris dapat mencapai sekitar 100 baris, dimana setiap baris dapat mencapai rata rata 259 rumpun, sehingga total dalam lahan tersebut mampu menampung rumpun sebanyak 25.900 rumpun.
Namun kenyataan di lapangan setelah dilakukan penghitungan rumpun, efektif tertanam hanya 9.686 rumpun (37%) sehingga rata rata penyebaran rumpun per hektar nya hanya mencapai 2866 rumpun (total 121 baris x ± 80 rumpun) dengan total luasan efektif tertanam rumput gajah hanya 8.100 m2. Kondisi ini disebabkan luasan efektif yang dapat ditanami berkurang selain akibat adanya tanaman sela, juga disebabkan berbagai kondisi lapangan yang kurang menguntungkan dan tidak dapat ditanami, seperti adanya genangan/rawa, tanah berbatu, adanya embung dan bak serta lahan yang sudah ditanami leguminosa jenis Gamal (Gliricidia sepium) dan tanaman lain.
Sedangkan pola tanam yang menggunakan pola monokultur dan lebih rapat. Hal ini tentu berkaitan dengan treatment dan perawatan yang optimal yang perlu diberikan. Jarak tanam dalam barisan berkisar 70-100cm dan jarak antar barisan 70-100cm.
Penanaman rumput gajah dengan pola monokultur
Pemanenan
Pada musim penghujan secara umum rumput gajah sudah dapat dipanen pada usia 40 - 45 hari. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 - 55 hari. Lebih dari waktu tersebut, kandungan nutrisi semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak.
Sedangkan mengenai panen pertama setelah tanam, menurut pengalaman kami dapat dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. Apabila terlalu awal, tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan.
Pemanenan di musim hujan (usia sekitar 40 harian)
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai investasi dan biaya operasional rumput gajah yang tinggi.
Hal ini disebabkan biaya olah lahan, penanaman, pemupukan, perawatan dan pemanenan rumput gajah yang cukup mahal tanpa dibarengi dengan nilai ekonomis dari rumput gajah.
Seperti diketahui, saat ini rumput gajah belum dianggap sebagai komoditi ekonomi yang biasa di perjual belikan. Terutama pada musim hujan. Pada musim kemarau, di beberapa sentra sapi (terutama sapi perah) rumput ini sudah mulai memiliki nilai ekonomis.

Tapi tetap akan berbeda dengan nilai ekonomis yang bisa diperoleh apabila lahan yang ada ditanami dengan berbagai tanaman produktif baik musiman maupun tanaman keras.
Operasional akan semakin tinggi apabila lahan penanaman rumput terletak jauh dari kandang, sehingga akan menaikkan upah dan ongkos angkut yang harus dibayarkan untuk pemeliharaan dan panen.

Beberapa solusi (yang tidak semuanya dapat secara praktis dilakukan) adalah:

1. Penanaman rumput gajah harus dilakukan di areal yang dekat dan sekitar kandang sehingga dapat dengan mudah terjangkau oleh anak kandang/peternak selain itu juga dapat dengan mudah (dan murah) dilakukan pemupukan (dari pupuk kandang).

2. Meningkatkan produksi protein bagi kebutuhan ternak per luasan areal tanam. Seperti diketahui, nutrisi terutama protein rumput gajah tidak terlalu bagus. Caranya bisa dengan mengkombinasikan rumput gajah dengan tanaman leguminosae semak berprotein tinggi seperti Lamtoro (Leucaena leucocephala), Kaliandra (Calliandra calothrysus) dan Gamal (Gliricidia sepium). Atau dengan legum merambat seperti Kacang Sentro (Centrosema pubescens), KembangTelang (Clitoria ternatea), dan Kacang Ruji (Pueraria phaseoloides). Selain sebagai sumber fiksasi nitrogen dan penyubur tanah, juga sebagai pakan tambahan yang sangat berguna bagi ternak.
Gamal, tanaman kombinasi yang baik
3. Meningkatkan nilai ekonomi lahan dengan melakukan penanaman rumput gajah dengan metoda lorong pada tanah yang relatif datar dan metoda sengked pada tanah berkontur miring.
Tanaman sela harus yang memiliki nilai ekonomis tinggi, misalnya jenis tanaman semusim seperti Jagung (Zea mays), Kacang Tanah (Arachis hypogaea), Sorghum (Sorghum bicolor, Sorghum vulgare).
Dapat juga digabung dengan tanaman keras seperti Sengon (Albizzia falcata), Suren (Toona sureni) dan sebagainya yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakter lahan.

4. Perlulah kiranya di pikirkan lebih lanjut mengenai metoda produksi rumput gajah, baik penanaman, pemeliharaan dan pemanenan yang lebih efisien dan berdaya guna.


Hijauan Pakan Ternak

Bahan pakan untuk sapi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Hijauan dan Pakan Tambahan (Konsentrat). Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik maka kedua macam bahan pakan ini harus diberikan, karena diharapkan dari kedua macam bahan pakan ini kebutuhan protein dapat terpenuhi.
HIJAUAN
Hijauan merupakan bahan pakan pokok yang biasanya dipenuhi dari rumput. Produksi susu sapi yang rendah dapat terjadi karena kuantitas dan kualitas rumput kurang baik terutama terjadi pada musim kemarau. Untuk mengatasi kekurangan rumput tersebut maka dapat dipakai bahan hijauan lain berupa daun kacang-kacangan (gliricidia, kaliandra, lamtoro, turi, enceng gondok dll) dan limbah pertanian (jerami padi, batang jagung, kelobot jagung dll). Jumlah hijauan yang diberikan sebagai pakan sapi perah berkisar 50-75 % dari protein yang dibutuhkan atau perhitungan secara kasar kurang lebih 10 % berat badan.

 
 Daun - daunan Sebagai Pengganti Rumput

KALIANDRA (Calliandra calothyrsus)
Kaliandra adalah tanaman kacang-kacangan (leguminosa) semak yang dapat tumbuh pada musim kemarau walaupun tidak sebaik pertumbuhan dimusim hujan, terutama pada daerah berlereng curam. Untuk tumbuh ideal rata-rata temperatur yang diperlukan 20-28 derajat Celsius. Untuk tujuan sebagai sumber hijauan pakan ternak jarak tanam 1×1 meter atau 2×0,5 meter pada awal musim hujan. Pemotongan tanaman dilakukan setiap 12 minggu dengan tinggi potong 1 meter, produksi yang diperoleh 10 ton bahan kering/Ha/tahun.
Komposisi kimiawi kaliandra mengandung protein berkisar 20%, terdapat tanin 8-11%, saponin, flavonoid dan glikosida dalam jumlah kecil yang tidak membehayakan ternak.
Kaliandra dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput yang diberikan. Pada sapi dapat menggantikan rumput maksimal 50%, sedangkan untuk domba sampai dengan 30%. Pemberian pada ternak sebaiknya dalam bentuk segar karena proses pengeringan akan menurunkan konsumsi dan kecernaanya, selain itu kandungan tanin dalam kaliandra segar kurang berbahaya untuk ternak. Kaliandra dapat diberikan saat sebelum atau sesudah pemberian pakan tambahan.

GAMAL (Glicidia sepium)
Gamal adalah tanaman leguminosa yang dapat tumbuh dengan cepat didaerah kering. Gamal tumbuh baik pada daerah dengan temperatur 22-40 derajat celcius. Sebagai sumber hijauan pakan ternak sebaiknya ditanam dengan jarak 1×1 meter dengan interval pemotongan 6-12 minggu, sedangkan pemotongan pertama dilakukan pada 10-20 minggu. Cara tanam dapat dilakukan dengan stek maupun biji, hasil produksi yang diperoleh berkisar antara 19 ton/ha/tahun.
Komposisi kimiawi gamal mengandung protein 19-25%, mengandung racun kumarin yang tinggi, saponin dan asam fenolat dalam jumlah kecil. Gamal dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput, pemberian pada sapi maksimal sampai 40%, sedangkan pada domba sampai dengan 75%. Untuk menurunkan kandungan kumarin maka sebelum diberikan pada ternak sebaiknya dilayukan atau dijemur lebih dahulu selama beberapa jam atau semalaman. Sebaiknya gamal diberikan bersama-sama dengan pemberian rumput.

LAMTORO GUNG (Leucaena leucocepala)
Lamtoro merupakan salah satu leguminosa tropis yang tahan dengan pemotongan berulang-ulang. Produksinya 20 ton bahan kering/Ha/tahun. Komposisi kimiawi lamtoro mengandung protein, zat tanin yang cukup baik untuk pakan ternak dan mengandung racun mimosin yang tinggi. Sebagai hijaunan pakan ternak, untuk mengurangi kandungan mimosin maka harus dijemur sehari lebih dahulu.
Lamtoro dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput. Pemberian pada sapi perah sampai 50% dapat menyebabkan air susu bau khas walaupun dapat meningkatkan kandungan lemak dan produksinya.

TURI (Sesbania glandiflora)
Turi merupakan golongan leguminosa yang disukai ternak dan buangannya disukai penduduk. Turi tahan terhadap pemotongan berulang-ulang. Produksinya dapat mencapai 20 ton bahan kering/Ha/tahun.
Turi mengandung protein tinggi yaitu 36% dan mengandung energi lebih tinggi dibanding kaliandra, lamtoro dan gamal. Turi mengandung racun saponin yang sangat tinggi sehingga membahakan ternak, terutama pada ternak golongan ayam. Turi dapat diberikan pada golongan sapi dan domba sebagai pengganti sebagian rumput. Pemberian sampai dengan 2 kilogram pada domba dapat meningkatkan berat badan 300% dibanding yang diberi rumput gajah saja. Sedangkan pada sapi yang diberi 2 Kg dicampur jerami dapat menghasilkan berat badan sama dengan pemberian ransum yang sempurna.

SORGUM (Sorghum vulgare)
Sorgum termasuk tanaman yang diambil bijinya, limbah tanaman ini dapat digunakan sebagai pakan ternak. Tanaman sorgum dapat tumbuh pada daerah dengan temperatur tinggi dan kurang curah hujan. Sebagai pakan ternak sebaiknya ditanam awal musim kering. Kandungan protein sorgum berkisar 7,5 – 8,2%, sorgum ini mengandung racun asam sianida yang dapat dihilangkan dengan dibuat hay dan silase.
Sorgum dapat digunakan sebagai penganti rumput. Adanya asam sianida dalam sorgum maka pemakaian pada sapi jangan terlalu tinggi (10-20)% dengan dibuat hay atau silase.

JERAMI
Jerami dapat berasal dari sisa hasil pertanian misalnya jerami padi, jerami kedelai, jerami kacang tanah dll.
Kandungan protein jerami tidak tinggi hanya berkisar 5-10% dengan kandungan serat kasar yang sangat tinggi. Jerami dapat diberikan pada sapi untuk menggantikan rumput, pemberian pada sapi jangan lebih dari 20%.

Minggu, 19 September 2010

Sperma Sapi Jantan Untuk Perawatan Rambut

Sperma sapi jantan untuk perawatan rambut rusak merupakan salah satu layanan untuk rambut yang rusak di Hari’s Salon, london yang mengombinasikan sperma sapi jantan dan katera akar tanaman dari Iran yang kayaprotein yang digunakan untuk merawat rambut rusak. Perawatan yang bernama Aberdeen Organic Bull Sperma ini diklaim efektif untuk menyuburkan rambut, melindungi, dan merawat rambut rusak.

Sapi Pertama Kali Menggunakan Kaki Palsu


Inilah Sapi pertama yang menggunakan kaki palsu Meadow adalah nama seekor anak sapi pertama kali di dunia yang mengunakan dua kaki belakang palsu agar bisa kembali berjalan normal. Kaki Meadow terpaksa diamputasi karena kedua kuku kakinya mengalami frostbite (membusuk akibat kebekuan es).

Sapi kaki  palsu +HAXIMS Sapi pertama yang menggunakan kaki palsu
Sapi yang kini berumur 11 bulan ini ditemukan pada Agusus lalu oleh Nancy Dickenson dan anaknya di sebuah ladang penggembalaan di timur laut New Mexico, Amerika Serikat (AS). Saat ditemukan, Meadow nyaris tidak bisa berdiri karena kedua kuku kaki belakangnya membusuk akibat kebekuan es. Untuk menyelamatkan Meadow agar bisa berjalan normal, Dickenson pun membeli hewan ternak dari pemiliknya dan segera membawa ke dokter hewan setempat.

Dokter hewan, dibantu mahasiswa Colorado State University, mengamputasi kedua kaki belakang Meadow dan menyiapkan kaki palsu yang sesuai dengan struktur tulang sapi. “Meadow merupakan sapi pertama di dunia yang memakai dua kaki palsu,” kata Robert Callan, dokter hewan yang mengoperasi Meadow.

Dickenson menyatakan biaya operasi kaki palsu bagi Meadow mencapai ribuan dolar dan ditanggung penuh oleh dirinya dan keluarga. Nama Meadow yang berarti padang rumput ini diberikan Dickenson sesuai dengan lokasi saat sapi jenis black angus ini ditemukan.

Kini Meadow bisa berlari dan menyesuaikan diri dengan hewan ternak lain di Twin Willow, peternakan milik Dickenson

Sabtu, 18 September 2010

Sektor Peternakan Australia Klaim Impor Sapi Sudah Legal

Pemerintah Australia mengklaim 2.156 sapi asal negaranya yang diimpor PT Sasongko Prima masuk ke Indonesia secara resmi atau legal. Namun, Kementerian Pertanian yakin impor sapi tersebut ilegal. Ada surat dari Menteri Pertanian Australia yang menjelaskan bahwa 2.159 sapi itu legal. Kita akan kirim surat balasan dan melakukan investigasi lanjutan," kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Suswono tetap yakin 2.156 sapi itu ilegal. Pasalnya, hasil audit investigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian menemukan bukti bahwa surat persetujuan pemasukan (SPP) impor PT Sasongko Prima sudah kedaluwarsa sejak 30 April 2010. Suswono menambahkan dalam surat balasan nanti pihaknya akan meminta agar Menteri Pertanian Australia dapat menghormati aturan Indonesia. "Dan kita akan tetap memberikan sanksi kepada importir untuk merekespor sapi tersebut," sebut dia.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Hari Priyono, mengungkapkan importir sudah bersedia mereekspor sapinya. "Tetapi untuk saat ini kita belum tahu akan diekspor ke negara mana, kita masih menunggu kepastian negara tujuan ekspornya." Di sisi lain, Keputusan Kementerian Pertanian menghentikan izin impor selama enam bulan kepada importir dinilai sebagai sanksi yang lemah.

"Kalau ada unsur melanggar hukum harusnya diajukanke kepolisian dan kejaksaan, tetapi sejauh ini kementerian menilai kasus ini sebagai pelanggaran kecil," kata Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana, Minggu (6/6). Teguh menyebut Kementerian Pertanian seperti melindungi seseorang dari perusahaan importir. Untuk itu, kasus tersebut diharapkan diinvestigasi lebih lanjut.

Dia juga mengatakan surat Menteri Australia yang mengklaim sapinya legal bisa terjadi karena pihak Australia tidak bisa membedakan legalitas surat SPP yang dipegang importir. "Bisa jadi SPP-nya dipalsukan," tukas Teguh.

Aturan Main Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Tjepy Sudjana menyebutkan kasus sapi impor ilegal dari Australia merupakan kasus pertama. "Kita akan perketat dan lakukan evaluasi. Kita berharap sapi impor yang masuk sesuai kebutuhan dan importir mengikuti aturan main," tegas dia.

Sanksi yang dikenakan kepada importir, kata Tjepy, akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan. "Jadi kita punya banyak sanksi, di Peraturan Menteri Pertanian (Permentan No 7/2008) ada teguran tertulis, pelarangan distribusi, pemusnahan, hingga pencabutan izin usaha," imbuh dia. Data Kementerian Pertanian mengungkapkan hingga Mei 2010, SPP sapi bakalan yang dikeluarkan sebanyak 319.408 ekor, sedangkan realisasinya sebanyak 222.006 ekor sapi. aan/E-2

Jumat, 17 September 2010

Limousin

Sapi Limousin adalah bangsa Bos taurus (Talib dan Siregar, 1999), dikembang-kan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari Simmental, warna bulu coklat tua kecuali disekitar ambing berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda
Bentuk tubuh sapi jenis ini adalah besar, panjang, padat dan kompak.
Keunggulan dari jenis sapi ini pertumbuhan badannya yang sangat cepat
Secara genetik, sapi Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur. Di Indnesia sapi limousin disilangkan dengan berbagai jenis sapi lain, seperti misalnya dengan sapi peranakan ongole, sapi brahman atau sapi hereford.
Limousin adalah generasi yang sangat tua, tetapi mungkin berasal mana saja 16.000-13.000 tahun yang lalu sebagai tanggal oleh gambar gua di Gua Lascaux Prancis. Ini dikembangkan di daerah Marche dan Limousin pusat Perancis selatan. Daerah ini relatif terisolasi dan berkembang biak ternak dibiarkan tumbuh dengan sedikit atau tanpa pengaruh eksternal. Karena lingkungannya, yang Limousin mencapai tahan banting superlatif dan kemampuan beradaptasi.

Pada 1700 dan 1800-an, ada upaya menghasilkan strain yang lebih besar dari Limousin. Ternak yang dihasilkan ketika sedang lebih besar juga diperlukan peningkatan jumlah pakan. Limousin besar ini bukan pilihan ekonomis sehingga ditinggalkan dan program pemuliaan diizinkan untuk berkembang secara alami, tujuan mereka yang kualitas yang lebih tinggi pada hewan berbingkai menengah.

Salah satu kunci program pemuliaan sapi milik Charles de Leobary, yang melalui seleksi ketat membentuk kawanan ternak yang pada waktu adalah lambang berkembang biak Limousin. Keberhasilan breedings nya menyebabkan Limousin yang dikenal sejak saat itu sebagai "binatang tukang daging" Perancis. Yang Limousin pertama Herd Buku ditulis pada tahun 1886. Its entri dipilih dengan cermat sehingga kurang dari setengah dari semua hewan mengajukan permohonan pendaftaran benar-benar diterima. Penerapan buku kawanan, mendorong penciptaan menunjukkan sapi Limousin eksklusif di Perancis.

Limousin sapi merupakan bagian dari keturunan sapi Eropa Kontinental. Ini keturunan sapi kadang-kadang dianggap eksotik di Amerika Serikat, sebagai pengantar mereka ke Amerika Utara jauh lebih dari keturunan Inggris yang paling. Para Limousin memasuki benua Amerika awalnya di Kanada pada tahun 1968. Banteng Limousin pertama yang diimpor ke Amerika Serikat pada tahun 1971 bernama Kansas Kolonel. Sebelumnya genetika Limousin yang didapat dengan semen impor, sebagian besar dari Kanada Pangeran nada warna merah muda. Amerika Utara Limousin Foundation, didirikan pada tahun 1968 saat ini asosiasi Limousin terbesar di dunia.

sapi Limousin menyoroti tiga ciri penting dalam berkembang biak mereka: efisiensi pakan yang sangat baik, adaptasi dan tinggi persentase karkas. Ternak merah atau berwarna emas pengumpul baik dan feedlots baik dapat mengkonversi pakan menjadi massa. Bangkai dari hasil Limousin cutability baik dan umumnya mengatakan bahwa mereka secara genetik "dipangkas". Daging empuk dan halus fibered karena tingkat mereka yang rendah lemak.
Titik dimana Limousin bisa didiskreditkan juga merupakan titik di mana peternak perusahaan telah mengambil inisiatif untuk secara dramatis meningkatkan berkembang biak. Karena medan sulit di mana Limousin berasal, ia mengembangkan temperamen stabil untuk menjamin kelangsungan hidupnya.

Limousins telah dikenal untuk membersihkan pagar yang tinggi dengan sangat mudah dan secara umum agak tak terduga. Pada tahun 1998, Amerika Utara Limousin Foundation menciptakan temperamen EPD. EPD ini menilai kepatuhan ternak memungkinkan peternak untuk memilih bagi ternak lebih tenang dan pemusnahan mereka yang terus dengan disposisi sulit. Berbicara kepada peternak dan peternak ternak, maka dengan cepat dicatat bahwa sifat ternak ini tidak sampai ke nominal dengan reputasi mereka. temperamen telah meningkat secara signifikan, begitu banyak bahwa beberapa memiliki ternak yang dapat "makan dari tangan mereka". Seseorang harus mempertimbangkan Limousin adalah hewan berotot yang tunggal gerakan akan mempunyai kesan yang lebih signifikan dari ternak massa yang lebih kecil. Sementara reputasi sebagai volatile bisa mendahului mereka, pengalaman dengan binatang ini akan melukis kesan berbeda.

Otot-otot berat dari Limousin adalah sifat yang sangat diwariskan. Salah satu yang paling sukses melintasi melibatkan Angus-itu adalah salib yang ideal bagi konsumen dan produsen. hybrid akan mendapatkan keuntungan dari Limousin berat muscling, efisiensi tinggi dan polledness Angus dan marbling. Dari sudut pandang konsumen daging sapi yang dihasilkan akan mencakup rasa Angus sangat diinginkan dan potongan lebih ramping dari Limousin.

Semua dalam semua, sapi Limousin memiliki banyak untuk menawarkan peternak. Mereka adalah sumber yang sangat baik untuk memperkenalkan massa ke dalam keturunan ringan dengan tetap mempertahankan bobot lahir relatif rendah. Hari-hari dari Limousin liar legendaris telah menarik lebih dekat dengan berakhir sebagai seleksi telah disukai hewan yang lebih handal. Dalam era dimana potongan lebih ramping daging sapi adalah standar, maka Limousin tidak boleh diabaikan sebagai pilihan yang sangat baik sapi potong.

Simmental

Sapi Simmental adalah bangsa Bos taurus (Talib dan Siregar, 1999), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland tetapi sekarang berkembang lebih cepat di benua Eropa dan Amerika, merupakan tipe sapi perah dan pedaging, warna bulu coklat kemerahan (merah bata), dibagian muka dan lutut kebawah serta ujung ekor ber warna putih, sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800 kg Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, sapi jenis ini sangat cocok dipelihara di tempat yang iklimnya sedang, Persentase karkas sapi jenis ini tinggi, mengandung sedikit lemak.Dapat difungsikan sebagai sapi perah dan potong.
Secara genetik, sapi Simmental adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur. Sumber: infoternak.com)
Simmental dapat ditelusuri ke Bernese Oberland, dan dikenal sebagai awal Abad Pertengahan sebagai besar, ternak melihat. Dari sini, tersebar 'Simmentals' ke Swiss barat dan utara.
Simmental adalah salah satu yang lebih jinak dan mudah untuk mengelola keturunan, dikenal untuk Topline lurus panjang dengan sangat berotot punggung dan pinggang. Sedang untuk ternak besar dengan tulang yang kuat, sapi biasanya memiliki berat badan 2200-2800 pounds pada saat jatuh tempo dan sapi 1200-1600 pound. Perempuan yang memiliki masa produktif 10-12 tahun dan produksi susu tinggi. Simmental yang terlihat, kadang-kadang hanya dengan beberapa tanda-tanda putih. Warna bervariasi dari emas pucat ke coklat kemerahan gelap. Kepala biasanya putih di depan mata dengan bagian bawah kaki juga sebagian besar putih. Dalam feedyard mereka memiliki berat badan 2 sampai £ 3 hari dan konversi pakan yang sangat baik dengan persentase karkas sekitar 63%. Mereka cocok untuk semua tujuan-persimpangan dengan breeds.e kecil.

Shorthorn

Bangsa sapi ini berasal dari Inggris. Sapi shorthorn merupakan jenis sapi dwi guna karena menghasilkan daging dan produksi susunya tinggi.Tubuh dari shorthorn berwarna merah bata sampai putih atau dawuk merah (roan). Bangsa sapi ini ada yang bertanduk dan tidak bertanduk (polled shorthorn).Ciri cirinya adalahKepalanya pendek dan lebarTanduknya pendek mengarah ke samping dan ujungnya mengarah ke depanLehernya pendek dan besarBidang dada samping dan dada rataBahunya lebar, berdaging tebal dan kuat, rusuknya melengkung lebarGaris punggungnya lurus dan sampai pangkal ekor, pinggang lebarTubuhnya besar, badan samping rataarnanya merah tua sampai putihTingkat kesuburannya tinggi dengan sifat keindukan yang bagus. Tempramennya baik dan memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Sapi shorthorn sanggup beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda.Sapi jenis ini sering kali disilangkan dengan jenis sapi brahman dan hereford.
Shorthorn berasal dari Tees River Valley di bagian timur laut Inggris di county Northumberland, Durham, York dan Lincoln. Mereka dibawa ke Amerika pada tahun 1783 dan sangat populer dengan pemukim awal Amerika. Amerika Shorthorn Herd Buku diterbitkan pada tahun 1846 dan merupakan registri pertama untuk berkembang biak di Amerika Serikat. Lebih dari 30 keturunan lain dari ternak menunjukkan jejak Shorthorn dalam keturunan mereka, termasuk Santa Gertrudis, Angus dan perah Shorthorns.Meskipun warna berkisar dari merah ke roan menjadi putih, roan (campuran merah dan putih) dan merah adalah warna dominan. Mereka adalah jenis ukuran medium dengan bentuk yang benar-benar persegi panjang dengan kepala, pendek luas dan mata mengatur lebar. Dan, Anda menebak, mereka memiliki tanduk pendek. Shorthorns dikenal hingga jatuh tempo awal mereka, kemampuan beradaptasi, kemampuan pengasuhan, kinerja reproduksi, tahan banting, disposisi yang baik, konversi pakan, dan umur panjang. Dalam penggemukan itu, ternak ini mencapai 1.000 hingga 1.200 pon bobot pada usia dini dan tidak memiliki masalah menghasilkan karkas yang kelas Choice